Step by step setting DNS Server pada Linux Debian Squeeze
Domain Name System (DNS) merupakan sistem penamaan sebuah server berdasarkan aturan tertentu untuk komputer server, yang dialamatkan kepada klien didalam jaringan komputer. Berbagai hal informai yang diberikan server akan didistribusikan atau diterjemahkan untuk penamaan server tersebut. Penggunaan DNS juga dapat mempermudah dalam memberikan nama/penamaan dari komputer server tersebut. Dengan memanfaatkan DNS pula akan mempermudah pemanggilan server tersebut pada saat diakses.
Misal: komputer server dengan ip "192.168.1.5" dapat diganti dengan nama domain "rama.net", dari asumsi tersebut dapat diartikan bahwasannya untuk mengakses sebuah server akan lebih mudah memasukkan alamat "rama.net" daripada harus menuliskan bilangan desimal "192.168.1.5".
Dalam contoh diatas secara bertahap akan dijabarkan bagaimana menyetting DNS pada sebuah komputer yang akan dapat dapat diakses oleh klien dengan hanya memanggil nama domain saja.
Berikut adalah langkah-langkah setting DNS#1. Download OS linux debian squeeze.
#2. Install Linux Debian
#3. Masuk Debian OS sebagai root dan buka root terminal
#4. root@debian:/home/user# apt-get update
perintah diatas adalah untuk update system
#5. root@debian:/home/user# apt-get -y install bind9
install packet bind9 "-y" mengindikasikan agar proses instalasi tidak memberikan pertanyaan lanjut install"Y" atau tidak"N", dalam hal ini berarti akan langsung melakukan instalasi bind9
#6. Setting DNS.
Beberapa hal yang sangat penting sebelum melakukan pengeditan adalah pengamanan file asli agar jika sewaktu terjadi kesalahan yang fatal kita masih punya cadangan file asli yang kita setting ulang.
contoh perintah untuk menggandakan file asli.
root@debian:/home/user# cp
/etc/bind/named.conf /etc/bind/named.conf.ori
Berikut adalah file yang terdapat pada "/etc/bind/"
root@debian:/home/user# nano /etc/bind/
bind.keys db.local
named.conf.options
db.0 db.root
rndc.key
db.127 named.conf
zones.rfc1918
db.255
named.conf.default-zones
db.empty
named.conf.local
Berikut adalah file-file yang akan diedit untuk setting DNS
#6.1. /etc/bind/named.conf
#6.2. keluar
#6.3. masuk
#6.4. /etc/resolv.conf
Setelah semua file awal telah diamankan
sekarang waktunya untuk melakukan setting DNS
#6.1. /etc/bind/named.conf
Kita akan mengedit file named.conf, yang akan digunakan sebagai pusat dari pengaturan pemanggilan file-file lain yang dibutuhkan dalam pembuatan domain server. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut:
root@debian:/# nano
/etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration
file for the BIND DNS server named.
//
// Please read
/usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration
files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please
do that in /etc/bind/named.conf.local
include "/etc/bind/named.conf.options";
include "/etc/bind/named.conf.local";
#include
"/etc/bind/named.conf.default-zones";
menonaktifkan supaya
tidak mengakses default-zones
#tambahkan kode seperti dibawah.
zone "rama.net"{ //sesuaikan
dengan nama domain
type master; //memastikan tipe
master
file "/etc/bind/keluar";
//menambahkan file keluar yang digunakan
untuk Forward
};
zone "192.in-addr.arpa"{
//menggunakan ip pada oktet pertama
type master;
file "/etc/bind/masuk";
//menambahkan file masuk yang digunakan
untuk Reverse
};
#6.2. keluar "forward"
Selanjutnya adalah mengedit file keluar atau dalam hal ini adalah file yang dibutuhkan untuk forwarding di "/etc/bind/keluar".
root@debian:/# nano /etc/bind/keluar
; BIND data file for local loopback
interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA rama.net.
root.rama.net. (
2
; Serial
604800
; Refresh
86400
; Retry
2419200
; Expire
604800 )
; Negative Cache TTL
;
@ IN NS rama.net.
@ IN A 192.168.10.5
#6.3. masuk "reverse"
Langkah berikutnya adalah mengedit file "/etc/bind/masuk" atau dalam hal ini digunakan untuk reverse.
root@debian:/# nano /etc/bind/masuk
;
; BIND reverse data file for local
loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA
rama.net. root.rama.net. (
1
; Serial
604800
; Refresh
86400
; Retry
2419200
; Expire
604800 )
; Negative Cache TTL
;
@ IN NS
rama.net.
5.10.168 IN PTR
rama.net.//jangan lupa pakai titik"."
#6.4. /etc/resolv.conf
#4 Pada tahap ini adalah memastikan untuk mode pencarian yang dikenali sebagai domain server.
root@debian:/# nano /etc/resolv.conf
search rama.net
nameserver 192.168.10.5
#7 setelah itu dilakukan restart agar
semua yang telah disetting langsung dapat diterapkan
root@debian:/home/user#
/etc/init.d/bind9 restart
Stopping domain name service...: bind9
waiting for pid 3087 to die.
Starting domain name service...: bind9
failed!
*apabila terdapat kesalahan seperti di
atas biasanya cek pada file "/etc/bind/named.conf" dan jika masih belum berhasil cek kembali kode yang telah dimasukkan dalam setingan.
#8 untuk melakukan pengecekan hasil setingan dapat
menggunakan perintah nslookup DNS atau dapat juga menggunakan
perintah dig.
Apabila terdapat informasi kesalahan dalam melakukan pengecekan DNS seperti di bawah:
root@debian:/home/user# nslookup
rama.net
Server: 192.168.10.5
Address: 192.168.10.5#53
** server can't find rama.net.rama.net:
SERVFAIL
biasanya terjadi apabila file keluar
atau forward, cek file "/etc/bind/keluar", cek juga pada file
"/etc/resolv.conf" untuk memastikan nama domainnya.
root@debian:/# nslookup rama.net
Server: 192.168.10.5
Address: 192.168.10.5#53
Name: rama.net
Address: 192.168.10.5
apabila kita cek dengan menggunakan ip
domain
root@debian:/# nslookup 192.168.10.5
Server: 192.168.10.5
Address: 192.168.10.5#53
5.10.168.192.in-addr.arpa name =
rama.net.
Sukses..!!
it's working tested by me..!!
Jika terdapat salah tulis atau penjelasan, penulis mohon maaf, apabila ada pertanyaan atau ingin menambahkan silahkan isi komentar dibawah.
Belum ada Komentar untuk "Step by step setting DNS Server pada Linux Debian Squeeze"
Posting Komentar